Untuk Pemilik Film
~250 film rilis per tahun. Mayoritas tidak dapat cukup layar. XXI optimasi berdasarkan hari pertama — film yang lambat jalan langsung ditarik. Gubuk breaks this cycle.
84%
Film Indonesia rugi
Di bawah 500K = di bawah break-even
78%
Di bawah 100K penonton
Hampir tidak terlihat
2.400
Layar untuk 280 juta orang
Gap 4.300+ vs Malaysia
80%
Kabupaten tanpa bioskop
Jutaan penonton tak terjangkau
Algoritma XXI: Death Spiral
Hari 1 kurang bagus → layar dikurangi → penonton makin sedikit → film ditarik.
Death spiral sebelum word-of-mouth sempat jalan.
Bahkan film hit terbatas: Agak Laen 2 (10,9 juta) constrained by 2.400 layar.
Dedicated screens. Unlimited time. Crowd-validated demand.
Yang 84% “gagal”
Banyak punya demand tapi tidak dapat layar di bioskop. Di Gubuk: dedicated screen, waktu tayang tidak terbatas, crowd-powered demand validation.
Lebih banyak layar = break-even lebih rendah.
Yang sudah hit
Agak Laen 2: 10,9 juta penonton tapi terbatas 2.400 layar. Dengan 5.000+ layar micro-cinema, bisa tembus 15-20 juta.
More screens = remove the ceiling.
Audience baru
80% kabupaten tidak punya bioskop. Gubuk menjangkau mereka semua. Audience baru yang sebelumnya tidak terjangkau.
100% incremental revenue.
Bioskop yang sudah jalan
Punya bioskop tapi belum fully automated? Gubuk tech bisa meng-empower bioskop Anda: automated ticketing, crowd-powered scheduling, AI security, audience analytics.
Upgrade tanpa ganti hardware.
5 lapisan keamanan studio-grade. Bioskop hanya punya security guard dan CCTV pasif.
Enkripsi AES-256
Kunci unik per screening
Forensic Watermark
Traceable per venue & waktu
AI People Counter
Deteksi over-capacity
Recording Detection
Auto-stop jika ada rekaman
Access Control
Smart lock + QR tiket
DCP = Rp 15-30 juta per judul per bioskop.
Gubuk = Rp 0 biaya distribusi.
Upload sekali, tayang di seluruh jaringan micro-cinema.
Platform 20% flat. Revenue share transparan. Tanpa biaya distribusi.
FIRST WINDOW
Bulan 1-4
Rp 16.000
per tiket (40% dari Rp 40.000)
SECOND WINDOW
Bulan 5-12
Rp 9.000
per tiket (30% dari Rp 30.000)
LIBRARY
Setelah 1 tahun
Rp 4.000
per tiket (20% dari Rp 20.000)
Build better films for more relevant audiences.
Genre preference, demografi penonton, loyalty data, geo demand heatmap, predictive demand — semua dari real audience behavior. Data yang bioskop konvensional tidak punya.
280 juta penduduk. 2.400 layar. 84% film rugi bukan karena filmnya.
Gubuk bisa mengubah itu. Zero risk. Zero biaya distribusi. 100% incremental revenue.